Pengertian, Rumus dan Contoh Kalimat Past Continuous Tense

Diposting pada
Advertisement

PAST CONTINUOUS TENSE

Past Continuous Tense atau juga dikenal dengan Past Progressive Tense merupakan struktur dalam Bahasa Inggris yang digunakan untuk menggambarkan tindakan atau peristiwa dalam waktu sebelum sekarang, yang dimulai di masa lalu dan masih berlangsung pada waktu dibicarakan. Dengan kata lain, Past Continuous Tense mengungkapkan suatu tindakan yang belum selesai atau tidak lengkap di masa lalu.

Advertisement

Past Continuous Tense digunakan ketika:

  • Seringnya, untuk menggambarkan latar belakang cerita yang ditulis dalam bentuk lampau.
  • Untuk menggambarkan suatu tindakan yang belum selesai dan terganggu oleh kegiatan atau tindakan yang lain
  • Untuk mengungkapkan perubahan pikiran, misalnya: “I was going to spend the day at the beach but I’ve decided to get my homework done instead”
  • Dengan kata “wonder” untuk membuat permintaan dengan sopan, misalnya: “I was wondering if you could baby-sit for me tonight.”

Dalam Past Continuous Tense, aturannya adalah untuk subjek tunggal seperti “he, she, it, atau I” maka Auxiliary Verb atau kata kerja bantunya menjadi “was” sedangkan untuk subjek jamak seperti “you, we, atau they” maka Auciliary Verb atau kata kerja bantunya menjadi “were”. Bentuk kata kerjanya menggunakan Verb 1 dengan akhiran –ing (present participle).

Kalimat Positif (Affirmative Sentence)

Rumusnya adalah:

Subject + Auxiliary Verb + Main Verb (Present Participle) + Object

Subject + Was/Were + (Verb 1 +Ing) + Object

Sebagai contoh:

  • She was crying yesterday.
  • They were climbing on a hill.

Kalimat Negatif (Negative Sentences)

Rumusnya adalah:

Subject + Auxiliary Verb + Not + Main Verb (Present Participle) + Object

Subject + Was/Were + Not + (Verb 1+Ing) + Object

Sebagai contoh:

  • She was not crying yesterday.
  • They were not climbing on a hill.

Kalimat Interogatif (Interrogative Sentences)

Rumusnya adalah:

Auxiliary Verb + Subject + Main Verb (Present Participle) + Object

Was/Were + Subject + (Verb 1 +Ing) + Object

Sebagai contoh:

  • Was she crying yesterday?
  • Were they climbing on a hill?

Kalimat Interogatif Negatif (Negative Interrogative Sentences)

Rumusnya adalah:

Auxiliary Verb + Not + Subject + Main Verb (Present Participle) + Object

Was/Were + Not + Subject + (Verb 1 +Ing) + Object

Sebagai contoh:

  • Wasn’t she crying yesterday?
  • Weren’t They climbing on a hill?

Penggunaan Past Continuous Tense

  1. Interupsi Tindakan di Masa Lalu

Past Continuous Tense sering digunakan ketika salah satu tindakan sedang dalam proses kemudian diinterupsi oleh tindakan lain di masa lalu. Simple Past digunakan untuk kalimat berikutnya. Kita biasanya menggunakan “when” atau “while” untuk menghubungkan kedua kalimat tersebut

Contoh:

  • What were you doing when the earthquake started?
  • Andre was sleeping last night while someone stole his bike.
  1. Suatu Titik Waktu Sebagai Interupsi

Dalam penggunaan pertama, Past Continuous Tense terganggu oleh tindakan singkat dalam Simple Past. Namun, Anda juga bisa menggunakan suatu waktu tertentu sebagai gangguannya.

Contoh:

  • At midnight, we were still walking through the desert.
  • Yesterday at this time, I was sitting at Nuansa Cafe.

Penting untuk diingat. Dalam Simple Past, waktu tertentu digunakan untuk menunjukkan saat suatu tindakan dimulai atau selesai. Sedangkan dalam Past Continuous Tense, waktu tertentu hanya untuk menyela tindakan.

  1. Tindakan Yang Bersamaan

Jika Anda menggunakan Past Continuous Tense dengan dua tindakan dalam kalimat yang sama, ini menunjukkan gagasan bahwa kedua tindakan tersebut terjadi pada saat yang bersamaan. Tindakan tersebut paralel.

Contoh:

  • While Harun was watching, Reza was reading novel.
  • Were you listening while Reza was talking?
  1. Suasana

Dalam Bahasa Inggris, kita sering menggunakan serangkaian tindakan yang terjadi secara bersamaan untuk menggambarkan suatu suasana pada waktu tertentu di masa lalu.

Contoh:

  • When he walked into the office, several people were busily typing, the announcer were talking on the microphones, the programmer was yelling to new announcer, and customers were waiting to be helped. One customer was yelling at a administrator and waving his hands. Others were complaining to each other about the bad service.
  1.  Pengulangan Tindakan Yang Mengganggu dengan “Always

Past Continuous Tense dengan kata-kata seperti “always” dan “constantly” menyatakan gagasan bahwa sesuatu yang menjengkelkan dan mengejutkan sering terjadi di masa lalu. Konsep ini mirip dengan penggunaan ekspresi “used to” tetapi dengan emosi negatif. Ingatlah untuk menempatkan kata-kata “always” dan “constantly” haruslah berada di antara “be” dan “verb + ing

Contoh:

  • Reza was constantly talking. He annoyed everyone.
  • I didn’t like them because they were always complaining.

While Vs. When

Klausa adalah kelompok kata yang memiliki makna, tetapi seringnya bukanlah kalimat lengkap. Beberapa klausa dimulai dengan kata “when” seperti “when she called” atau “when it bit me”. Klausa lainnya dimulai dengan kata “while” seperti “while she was sleeping” dan “while he was surfing”. Ketika Anda berbicara tentang hal-hal di masa lalu, “when” paling sering diikuti oleh kata kerja Simple Past, sedangkan “while” biasanya diikuti dengan Past Continuous. “While” mengungkapkan gagasan “selama waktu itu (during that time)”.

Silakan pelajari contoh berikut ini. Kalimat-kalimat ini memiliki arti yang sama tetapi menekan bagian berbeda pada setiap kalimat.

  • I was studying when she called.
  • While I was studying, she called

Penempatan Adverb

Berikut ini adalah kalimat menunjukkan penempatan untuk tata bahasa adverb, seperti: “always, only, never, ever, still, just, dll”

Contoh:

  • You were just studying when she called.
  • Were you just studying when she called?
Advertisement
Advertisement