Contoh Naskah Drama Timun Mas dalam Bahasa Inggris

Diposting pada
Loading...
Advertisement

DRAMA TIMUN EMAS DALAM BAHASA INGGRIS DAN ARTINYA – Timun Mas merupakan salah satu cerita rakyat Indonesia yang sampai saat ini masih sering muncul di toko buku sebagai buku cerita bergambar anak atau buku mewarnai anak – anak. Cerita rakyat memang sering menjadi ceirta anak – anak. Banyaknya pelajaran yang terkandung didalam cerita rakyat membuat cerita rakyat menajdi bahan yang bagus untuk dibaca oleh anak – anak .

Dibawah ini terdapat contoh singkat dram Timun Mas dalma bahasa Inggris;

Advertisement

 

Contoh Naskah Drama Timun Mas dalam Bahasa Inggris

 

Act 1
Narrator : Once upon a time, in a place deep inside the forest, there were a green giant named Buto Ijo and a sacred hermit(pada zaman dahuu, di sebuah tempat yang jauh didalam hutan, terdapat raksasa berwarna hijau bernama Buto Ijo dan seorang pertapa suci)

They were best friends since toddlers. One day, the hermit came to the grotto to see his best friend(mereka berteman baik sejak balita. Suatu hari, pertama datang ke grotto unutk mengunjungi temannya)


Hermit : Is anyone inside? [Walks inside the grotto](apakah ada orang didalam)masuk kedama grotto
Buto Ijo : I’m here(aku di sini)
Hermit : There you are my best friend, what are you doing?(di sini kau rupanya temanku, apa kabarmu?)
Buto Ijo : Eating. Isn’t it obvious?(makan, tidakah terlihat jelas?)
Hermit : Oh… I see. What are you eating?(oh, ya. Apa yang sedang kau makan?)
Buto Ijo : [No response, just continue eating]tidak ada tanggapan apapun
Hermit : You’re so annoying! Can I have some?(kau sangat mengesalkan, bisa aku minta sedikit?)
Buto Ijo : [Turns his body away, not willing to share his foods with the hermit]membalikkan badan, tidak ingin membagikan makanannya kepada pertapa
Hermit : [Angry] As usual, you never share me your foods though I always shared mine to you! You stingy giant! I hate you! Marah(seperti biasa, kau tidak pernah berbagi makananmu, sebaliknya aku selalu membagikan makananku kepadamu! Kau raksasa bau! Aku benci kamu)
Buto Ijo : As if I care! [Continue eating](emang aku peduli) terus makan
Hermit : Someday your greed will get its return! Don’t regret it! I’m leaving! [Gets out of the grotto with anger](suatu hari sifat tamakmu akan mendapatkan akibatnya! Jangan menyesalinya! Aku akan pergi!) keluar dari grotto dengan kemarahan.

Act 2
Narrator : One day, there was pleasant couple. They lived in a village near the forest(suatu hari, ada sepasang suami – istri. Mereka tinggal di sebuah kampung yang dekat dengan hutan)

They lived happily. Unfortunately, they didn’t have any children yet(mereka hidup bahagia. Sayangnya, mereka tidak mempuanyai anak.)

Everyday they prayed to God for a child(setiap hari mereka berdia kepada tuhan agar dikaruniai anak)

 

Mother : Oh God… please give us a child. I promise I will always protect my child. Please answer our prayer. Thank you God(oh Tuhan, tolonglah berikan kami seorang anak. Kami berjanji akan selalu menjaganya. Tolong kabulkan doaku. Terimakasih Tuhan)


Narrator : The green giant, Buto Ijo, coincidentally passed by the couple’s house. He heard what they were praying for(raksasa itu, Buto Ijo, tidak sengaja lewat didepan rumah pasangan suami – istri tersebut dan mendengarkan doa mereka)

Buto Ijo : Whoa…ha…ha…ha! I heard that!(whahahahahah.. aku mendengar itu)
Mother : [gasps] Oh my God! W-Who are you? Terkejut (siapakah kamu?)
Buto Ijo : I’m Buto Ijo(aku adalah Buto Ijo)
Father : [comes toward his wife] What’s with the noise? Who is that, honey? Datang mendekati istrinya (ada apa ribut – ribut? Siapa itu, istriku?)
Mother : Oh my husband, Buto Ijo is in front of our house. I’m scared. He will kill both of us!(oh suamiku, Buto Ijo ada di depan rumah kita. Aku sangat ketakutan. Dia akan membunuh kita berdua)
Buto Ijo : Whoa…ha…ha…ha… I’m not going to kill you. But I will fulfill your request to have a child(whoa..hahahaha aku tidak akan membunuhmu. Tetapi aku akan mengabulkan permintaanmu untuk memiliki anak)
Father : You are just joking, aren’t you?(kamu bercanda, bukan)
Buto Ijo : No…No… I’m serious, yes, I’m really serious. If you don’t believe me it doesn’t matter(tidak..tidak.. aku serius, ya, aku benar – benar serius. Jika kau tidak percaya denganku itu tidak masalah)
Mother : All right… All right. My husband, let’s see what he can do to help us(baiklah… suamiku, ayo kita lihat apa yang bisa dia lakukan untuk kita.)
Buto Ijo : [Gives the seeds] Look, here are some cucumber seeds. Plant these seeds, then you’ll get a daughter. Memberikan benih (lihat, ini adalah benih timun. Tanam benih ini, kemudian kau akan mendapatkan anak perempuan)
Father : Do you mean it? It’s so easy(apakah kau serius? Ini sangat gampang)
Buto Ijo : Yes, I mean it. But remember, on her seventeenth birthday, I’ll come back to take the girl(ya, aku serius. Tetapi ingatlah, di usia ke 17, aku akan kembali untuk mengambil anak ini)
Mother : Oh, husband… please I want a child! Let’s try his offer!(oh, suamiku.. aku begitu ingin punya anak. Tolong ambil tawarannya!)
Father : But… Oh well, if you insist, I’ll take his offer(tetapi.. baiklah, jika kau memaksa, aku akan mengambil tawarannya)
Mother : [Bows down] Oh, thank you, husband! Thank you a lot, Buto Ijo! Menunduk terimakasih (terimakasih suamiku! Terimakasih Buto Ijo!)
Buto Ijo : Whoa…ha…ha…ha. See you again seventeen years from now, humans. And remember your promise. [Go away] (hahahah sampai juma 17 tahun lagi, manusia. Dan ingatlah janjimu)

Act 3
Narrator : The next day, the couple planted the seeds. Months later, a golden cucumber grew in the yard. The cucumber was getting bigger and bigger each day(esoknya, pasangan itu menanam benih. Satu bulan kemudian, sebuah timun berwarna emas tumbuh di halaman. Timun itu tumbuh besar dari hari ke hari)


Mother : Look! Look! The cucumber grew very big! It’s so fantastic!(lihat!lihat! timunnya tumbuh besar! Ini sangat luar biasa!)
Father : Yeah, you right. What a very big one(ya, kamu benar. Sangat besar.)
Mother : It’s ripe already. Does it work? How can this big thing give us a daughter?( ini sudah matang. Apakah ini berhasil? Bagaimana buah timun besar ini dapat memberikan kita seorang anak perempuan?)
Father : I don’t know. Don’t ask me(aku tidak tahu, jangan tanya aku)
Mother : I think it’s time for us to open it up. I wonder what makes it’s so big. Don’t you think so?(aku rasa ini waktunya untuk membelah timun ini. Aku penasaran apa yang membuatnya begitu besar. Tidakkah kau berfikir begitu?)
Father : Yes. Let’s cut it into two.(ya, ayo belah menjadi dua bagian)

Narrator :Carefully, they cut the cucumber into two. To their surprise, they found a beautiful baby girl inside the cucumber. How joyful they were( dengan hati – hati, mereka memotong timun itu menjadi dua. Mereka terkejut, ketika menemukan bayi permpuan yang begitu cantik di dalam buah timun tersebut. Mereka begitu bahagia)


Mother : [gasps] Oh my goodness! There is a baby girl inside this cucumber! Is it for real? Or am I dreaming?( oh Tuhan! ada bayi didalam timun ini! Apakah ini sungguhan? Atau aku hanya bermimpi?)
Father : Yes it is. You want me to pinch you to prove it?(Ya ini benar – benar nyata. Apakah aku mau kucubit sebagai bukti ini bukan mimpi?)
Mother : Err… No thanks. [Holds the baby out] This baby is so cute! God, thank you so much! Thank you so much!(tidak perlu. Bayi ini begitu lucu! Tuhan, terimakasih banyak! Terimakasih banyak!)
Father : What will we name her?(akan kita beri nama apa dia?)
Mother : I think I will name her Timun Mas, husband. Because she came from the cucumber and she is cute. That name really suits her, isn’t it?(aku rasa aku kaa menamainya Timun Ma, suamiku. Karena dia berasal dari dalam timun dan dia begitu cantik.)
Father : I agree with you(aku setuju denganmu)

Act 4
Narrator : Years passed by and Timun Mas grew into a lovely girl(tahun – tahun berlalu dan Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang begitu manis)

Her parents were very proud of her but their hearts hurt so badly when they remembered their promise to Buto Ijo(orang tuanya begitu bangga tetapi hati mereka hancur ketika mengingat janji mereka kepada Buto Ijo)

The couple then remembered that there was a sacred hermit living inside the forest. So they went there for the help(suami istri itu kemudian mengingat bahwa ada seorang petapa sakti tinggal di dekat hutan. Jadi mereka pergi kesana untuk meminta pertolongan)


Mother : [Knocking the door] Excuse us.(permisi)
Hermit : [Comes toward the door and opens it] May I ask who you both are?(boleh aku tahu siapa kalian berdua?)
Mother : My name is Sarni. This is my husband. We both are farmers living in the village near the forest(namaku Sarni. Ini suami saya. Kami berdua adalah petani yang tinggal di kampung dekat dengan hutan)
Hermit : What do you want from me?(apa yang anda inginkan dari saya?)
Father : We need your help(kami butuh pertolongan anda)
Hermit : Okay, please come in. Tell me the whole story(ok, masuklah. Ceritakan apa masalahmu)

Narrator : The couple told the hermit about their wish and how Buto Ijo fulfilled it. And also the promise they made with the Giant(pasangan tersebut menceritakan keinginan mereka dan bagaimana Buto Ijo mengabulkan harapan tersebut. Dan juga janji yang mereka buat dengan Buto Ijo)

The hermit listened to them carefully as him nodded for the umpteenth time, until the couple finished their story(petapa itu mendengarkan cerita mereka dengan hati – hati sebagaimana dia mengangguk belasan kali, sampai pasangan tersebut selesai bercerita)

Hermit : As expected, Buto Ijo did horrible thing as he wished. His greed explained everything. We need to do something(seperti yang saya bayangkan, Buto Ijo melakukan hal yang sangat mengerikan sebagai keinginannya. Ketamakannya menjelaskan segalanya. Kita harus melakukan sesuatu)
Mother : Please, good Hermit, help us. Don’t let Buto Ijo take one dearest daughter. She’s been with us for seventeenth years(tolong, petapa yang baik, tolong kami. Jangan biarkan Buto Ijo mengambil anak perempuan kesayangan kami. Dia sudah bersama kami selama 17 tahun)
Father : My wife is right, good hermit. What shall we do?(istri saya benar, petapa. Apa yang bisa kami lakukan?)
Hermit : Please be still and stop crying. Look, here is the bundle. There are four things and messages inside. They will help Timun Mas run away from the giant(berhentilah menangis. Ini ada kantongan. Ada empat benda dan pesan didalamnya. Ini akan menolong Timun Mas melarikan diri dari raksasa)
Father : [Takes the bundle] Are you sure they will work?(apakah kamu yakin ini dapat membantu?)
Hermit : Believe me, it will. Buto Ijo must be punished for his action(percayalah padaku, ini akan membantu. Buto ijo haru di hukum atas perbuatannya)
Mother : Thank you very much, good hermit!(terimakasih banyak petapa)

Act 5
Narrator : It so happened that one day on Timun Mas’s seventeenth birthday, Buto Ijo came for the couple’s promise(dan sampailah pada suatu hari ketika usia Timun Mas 17 tahun, Buto Ijo datang menagih janji dpasangan tersebut)

Buto Ijo : Whoa…ha…ha… Hey, peasant, where is your lovely daughter? I come here to pick her up. Remember the promise you said to me!(hahahaha, hey petani mana anak gadismu itu? Aku datang untuk menjemputnya. Ingatlah janji yang sudah engkau ucapkan padaku!)
Father : Please be patient, Buto Ijo. Timun Mas, my daughter, is playing in the field(tolong bersabarlah, Buto Ijo. Timun mas, anak perempuanku sedang bermain di halaman)
Buto Ijo : What a shit! I know you’re lying! But never mind, I’ll find her by myself! [Turns away to find Timun Mas] (bohong! Daku tahu kau bohong! Tapi tidak masalah, aku akan mencarinya sendiri!)
Father : I’m glad he’s gone. Timun Mas, come here, child(ayah senang dia sudah pergi. Timun Mas, kemarilah nak.)
TimunMas : Yes, daddy, I’m coming. Who’s that?(ya ayah, aku datang)
Mother : He is Buto Ijo, the green giant. For some reason, he’s looking for you. I’m sure he’ll come back here soon(Dia adalah Buto Ijo, raksasa hijau yang besar. Dengan beberapa alasan dia datang mencarimu. Aku yakin dia akan segera kembali)
TimunMas : Oh my God, what’ll he do to me?(Oh Tuhan, apa yang akan dia lakukan kepadaku?) 
Father : Listen to me, Timun Mas, all you have to do is run away from him. [Gives the bundle to Timun Mas] Take this bundle with you. It contains chili seeds, salt, cucumber seeds, and shrimp paste(dengarkan aku, Timun Mas, yang harus kau lakukan adalah melarikan diri darinya. Ambil kantongan ini bersamamu. Ini berisi cabai, garam, benih timun, dan terasi)
TimunMas: What should I do with these? (apa yang harus aku lakukan dengan ini)
Father : Throw each of them when the giant gets closer to you. These will help you get away from the giant (lempar mereka satu per satu ketika raksasa mulai mendekat. Ini kana membantumu kabur darinya)
TimunMas : What about you, mom and dad? (bagaimana dengan ayah dan ibu?)
Mother : Don’t worry about us. Oh my God, the giant is coming! Now, run, Timun Mas! Run as fast as you can! Please be careful! (jangan khawatirkan kami. Oh Tuhan, raksasa itu datang! Sekarang larilah Timun Mas! Lari secepat yang kau bisa! Berhati – hatilah!)
TimunMas : Thank you, mom and dad! You too please take care of yourselves! [Runs away] (terimkasih ibu dan aya! Kalian berdua juga tolong jaga diri!)

Act 6
Narrator : After that, the giant chased Timun Mas and he was getting closer and closer. Timun Mas then took a handful of salt from the bundle(setelah itu raksasa mengejar Timun Mas dan dia semakin mendekat. Timun Mas kemudian mengambil segenggam garam daari kantongan)

She spread out the salt and magically a wide sea appeared between them(dia menaburkan garam dan secara ajaib mereka terpisah jauh)


TimunMas : Take that you evil giant!(rasakan itu raksasa jahat)
Buto Ijo : [Smirks] Ho…ho…ho. You think you can run away from me! No way in hell! Whoa…ha…ha…ha. C’mon I’ll get you! [Swims through the sea](ho..hoho..kau fikir kau bisa melarikan diri? Tidak mungkin! Hahahahahaha ayolah aku akan menangkapmu!)

Narrator : And then she took the chili seeds and threw them at the giant. Suddenly the seeds grew into some trees and trapped him(dan kemudian dia mengambil benih cabai dan melemparkan kepada raksas. Tiba – tiba benih tersebut tumbuh menjadi pohon yang menjebak raksasa)

The next thing he knew, the trees grew some thorns as sharp as a knife(kemudian pohon tersebut tumbuh berduri setajam pisau)


Buto Ijo : Ouch…Ouch! How the hell these trees grew into thorns?? It hurts badly!(ouch.. bagaimana bisa pohon ini tumbuh duri? Ini sangat sakit?)
TimunMas : Take that one too, evil creature!(rasakan itu juga dasar jahat!)
Buto Ijo : So, you want to play with me huh? You’ll regret it when you lose!(jadi kau ingin bermain denganku huh? Kau aka menyesal ketika kau kalah)
TimunMas : Oh no! He is still chasing me! I must run faster!(oh tidak! Dia tetap mengejarku! Aku harus berlari lebih kencang lagi)


Narrator : Timun Mas kept on running as fast as she could. But soon she was very tired herself. And things were getting worse as the giant had woken up(Timun mas tetap berlari sekencang mungkin. Dan kemudian dia kelelahan. Dan kemudian keadaan semakin rumit ketika raksasa bangkit kembali)


Buto Ijo : Whoaaah…I’m fresh again! Hey, Timun Mas, you can’t run away from me. I’ll get you! Hohoho… (whoahhh.. aku kembali ear! Hey Timun Mas, kau tidak bisa lari dariku. Aku akan menangkapmu! Hohoho)
TimunMas : Oh, God, he has woken up! What shall I do, God? Please help me!(oh, God, dia kembali bangkit! Apa yang harus aku lakukan Tuhan? kumohon tolong aku!)
Buto Ijo : So, you want to play hide and seek, don’t you? Where are you? C’mon, c’mon little girl… come to your papa!(jadi kau ingin bermain petak umpet denganku? Dimana kamu? Ayolah.. ayolah.. gadis kecil kemari!)
TimunMas : God! Please help me!!(Tuhan! ku mohon!)
Buto Ijo : There you are, little girl! One more step and I’ll catch you!(di sana kau rupanya gadis kecil! Satu langkah lagi aku akna menangkapmu)
TimusMas : This is my last hope! [Throws something] Take that, Buto Ijo!(ini kesempatan terakhirku! Ambil itu, Buto Ijo)


Narrator : Desperately she then threw her last weapon, the shrimp paste. Magically, the paste turned into a big swamp(dengan rasa putus asa dia kemudian melempar senjatanya yang terakhir, dengan jaibnya terasi berubah menjadi rawa yang besar)


Buto Ijo : Oh, no, what’s this? It’s so sticky and smells fishy! Timun Mas…! I swear I will swallow you as soon as I catch you!(oh tidak, apa ini? Ini sangat lengket dan berbau ikan! Timun Mas aku berjanji akan menelanmu begitu kau kutangkap)


Narrator : The giant fell into the swamp but his hands almost reached Timun Mas. Suddenly the swamp pulled him to the bottom and his hands lost her(raksasa tersebut jatuh ke dalam rawa tetapi tangannya hampir menangkap Timun Mas. Tiba – tiba rawa itu menariknya ke dasar dan dia kehilangan Timun Mas)


TimunMas : Finally I’m free! (akhirnya aku bebas)
Buto Ijo : Oh, no… help! Help me! Someone help me!(oh tidak, tolong aku!)
TimunMas : No one will help you, giant, because you’re a bad person(tidak ada yang akan menolongmu, raksasa, karena kau jahat)
Buto Ijo : Please help me…!! I swear I won’t do something bad again! Promise me!(kumohon tolong aku, aku berjanji tidak akan melakukan hal yang jahat lagi)
Hermit : [comes out of the blue] Are you sure about your words?(apakah kau yakin dengan perkataanmu)
Buto Ijo : Arggh… Hermit! Finally you come! Please help me!(arghh.. pertapa! Akhirna kau datang! Ku mohon tolong aku!)
TimunMas : [shocks] Who are you?(siapa kau?)
Hermit : [Turns his face to Timun Mas] Ah, am I scared you? Let me introduce myself. I am a hermit. So just call me hermit. You don’t need to know my real name. And this giant is my best friend(apakah aku menakutkan mu? Biarkan aku memperkenalkan diri. Aku adalah seorang petapa. Jadi panggil saja aku petapa. Kau tidak perlu mengetahui nama asliku. Dan raksasa ini adalah teman baikku)
Buto Ijo : Yes, I am his best friend! Please get me out of here!(ya aku adalah teman baiknya! Biarkan aku keluar dari sini!)
Hermit : [Turns back to Buto Ijo] I will help you out if you promise you won’t do bad things again and stop being a greedy person(aku akan menolongmu jika kau berjanji tidak akna melakukan hal buruk lagi.)
Buto Ijo : Yes, I promise! I promise I will be a good person! You can count on me!(ya aku berjanji! Aku berjanji!)


Narrator : Finally, the good hermit helped Buto Ijo, his best friend. As soon as the giant got out of the swamp, it was disappear (akhirnya, petapa tersebut menolong Buto Ijo , teman baiknya. Begitu raksasa tersebut keluar dari rawa, rawa tersebut menghilang)

Then the giant apologized to Timun Mas as well as to the hermit. Fortunately they both forgave him(raksasa itu meminta maaf kepada Timun Mas begitu juga kepada petapa. Akhirnya mereka berdua memaafkannya)

From then on, Buto Ijo lived as a good giant and always helped the peasants with their fields. As for Timun Mas, she lived happily with her parents with no fear anymore(mulai dari sekrang, Buto Ijo tinggal sebagai raksasa yang baik dan selalu menolong para petani dengan kebun merkea. Dan Timun Mas hidup bahagia tanpa ada rasa takut lagi bersama orang tuanya)

moral; janganlah menjadi pribadi yang tamak.

 

Semoga cerita rakyat di atas dapat memberikan kita banyak pelajaran bijak yang dapat kita tarik kesimpulannya dan dapat menjadi renungan dalam kehidupan. Serakah adalah salah satu penyakit yang sering menyerang siapa saja. Penyakit akut yang dapat membawa kemudaratan dalam hidup. Janganlah tumbuh menjadi pribadi yang dapat memberikan mudarat bagi diri sendiri dan hal layak ramain.

Advertisement
Advertisement